BlackBerry In BlackThinking
Responsive Ads

Selamat Sore Sahabat DJ Site Semua,
Ocre, setelah kemaren kita ngobrolin tentang Flasdisk di postingan 6 Tahun Bersama Si 2 GB Sore ini saya mau ngajak anda untuk ngomongin Kasus BlackBerry. Kasus yang saya sendiri gak tau dimana letak WOW-nya sampe bikin heboh satu Indonesia, klo saya gak salah sih kasusnya tentang tuntutan Tifatul agar RIM melakukan Filter Pornografi di BlackBerry. Bukan cuma itu sih tuntutannya, tepatnya ada 7 Tuntutan, antara lain:
Pertama: RIM harus menghormati dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Ada tiga undang-undang yang terkait, yakni Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi, UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.
Kedua: RIM diminta membuka perwakilannya di Indonesia sebab pelanggan RIM di Tanah Air sudah mencapai lebih dari 2 juta.
Ketiga: RIM diminta membuka service center di Indonesia untuk melayani dan memudahkan pelanggan.
Keempat: RIM diminta merekrut dan menyerap tenaga kerja Indonesia secara layak dan proporsional.
Kelima: RIM diminta sebanyak mungkin menggunakan konten lokal Indonesia, khususnya mengenai software.
Keenam: RIM diminta memasang software blocking terhadap situs porno, sebagaimana yang telah dilakukan oleh operator-operator lain di Indonesia.
Responsive Ads
Ketujuh: RIM diminta membangun server/repeater di Indonesia agar aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan terhadap pelaku kejahatan, termasuk koruptor.
Untuk tuntutan Pertama sampe kelima kebetulan udah dipenuhi oleh pihak RIM dan yang diributin sekarang tinggal Kebijakan keenam dan ketujuh. Yupz, About Pornografi dan Server.
Hem... again again again about Tifatul Policy... agak males sebenernya ngomongin orang yang satu ini hhe... soalnya hampir setiap kebijakannya gak pernah sejalan sama otaQ saya wkwkwk... entah karena pendidikan saya yang terlalu rendah atau karena orang satu ini yang paling bener dalam bidang IT... :P
Sejujurnya, biarpun berita satu ini terus-terusan di tayangin di TV dan terus-terusan diberitain di Internet beberapa hari ini, gak tau kenapa saya males ng'bahas tentang masalah satu ini, soalnya tuntutannya Tifatul di Point ke-6 lagi-lagi gak sejalan sama otaQ saya hhe... atau klo pake bahasa yang lebih tinggi bisa kita katakan Cacat dan Kontraproduktif *Jiah bahasanya hahaha...
Bukan karena saya mendukung gerakan Nonton Bokep Masal atau mendukung legalnya Pornografi di Indonesia, tapi karena menurut saya Tuntutan Tifatul justru ditanggapi dengan BlackThinking oleh para pengguna BlackBerry.
Saya setuju untuk pemblokiran Konten Porno yang di Galakkan DEPKOMINFO bahkan klo ada Rate mungkin saya kasih bintang 5 untuk niat mereka yang satu ini, but tuntutan seperti itu gak perlu dipublikasikan sampe nyita perhatian Indonesia juga kan?
Apalagi bukannya ngeberantas Pornografi, kebijakan satu ini justru menumbuhkan Minat Pornografi di jiwa para pengguna BlacBerry Indonesia.
Hem... Pendapat saya yang satu ini mungkin hanya anda anggap sebagai BlackThinking yang sangat-sangat ngawur dan bener-bener gak mendasar, tapi itu kenyataannya... Dan itu juga yang beberapa hari ini saya lihat di sekitar...
Responsive Ads
Contohnya gak usah jauh-jauh, Tadi pagi, keponakan saya yang masih kelas 6 SD dateng ke saya dan bilang begini... " Om.. Om.. katanya BB bisa buka yang porno-porno yach, coba donk buka aku mau liat, nih pake BB-ku aja" Whuaatttt???? dan dengan muka imut-imut akhirnya saya ajak aja dia beli Cokelat sambil mencoba mengaburkan permintaannya... karena saya sendiri gak tau mesti jawab apa, ada yang bisa bantu jawab? atau mungkin Bang Tifatul bisa jawab pertanyaan ponakan saya tadi pagi?
Dan baru melangkah di pusat keramaian saya kembali ng'dengerin orang-orang didepan saya bilang sama temennya klo barusan dia buka Situs Porno dari BlackBerry... dan menegaskan ke temennya klo BlackBerry bisa buat buka yang porno-porno... GUBRAK!!! dan saya hanya bisa diam...
Dan sembari nyari tempat duduk, satu pertanyaan tiba-tiba muncul di otaQ saya.
Inikah yang diharapkan DEPKOMINFO dan Tifatul? entahlah, yang pasti ini jelas bukan yang saya harapkan... bahkan menurut saya alangkah lebih bijaknya klo tuntutan ke-6 Tifatul ini gak perlu dipublikasikan di Twitternya...
Oiya saking seriusnya dari tadi saya lupa ngajak anda berulang hhe... Let's Cheerrrsss.....(Glek....glek...glek...).....
Mending sekarang gantian anda ya yang nanggapin hhe...
Buat Sahabat DJ Site Semua, Happy Blogging 'N have a nice day :P
Responsive Ads
hmm.. mari bersulang cherss... gelk.glek.glek.. hehe..
happy blogging n sukses slalu sobat..
maksudnya bang Tif mungkin baik, tapi kebijakan dan ultimatumnya aja yang mungkin kurang sesuai kali..
lagi infotainment bikin salah dan ga mau disalahkan :)
oia ... thanks atas pemberitahuannya, linknya dah tak perbaiki.. maturnuwun
@ Gaphe : Yupz, menurutku juga maksud dan intinya baik, cuma kayanya lebih baik gak usah terlalu diumbar ke Publik... dan bikin publik penasaran dan mencoba... lebih baik diem2 aja maksudku..
@ Adit Mahameru : Huahaa.... ra gelem aku melu2 jawabanmu wkwkw... tau aja aku pake 3310 haha..
@ John Terro : Lha emank di Infotainment ada ya? aku malah baru tau hho...
@ syahida : sama aku juga gak punya BB Sob.. aku pun setuju sama apa yg dilakukan Pemerintah melalui DEPKOMINFO yg aku gak setuju adalah tuntutannya yg terlalu diumbar ke publik dan bikin publik penasaran.. alangkah lebih baiknya cukup mereka2 aja yg tau
coba menghadapi pornografi bisa kayak gitu ya. bukannya dicegah, dihambat, atau dilarang, tapi malah dihimbau dan difasilitasi, apakah rakyat kita jadi males ya?
Karena saat ini banyak sekali HP dengan merek2 lain (IPhone, Nokia dll) maupun yang lebih murah dapat mengakses internet.
Kalau benar2 serius sebaiknya Meninfokom membuat software yang bisa halangi anak-2 akses situs porno.
Tujuannya cuma untuk nerangin ke pasien dan keluarganya tentang penyakit yg di deritanya biar gambarannya mudah di mengerti
@ Djangan Pakies : Podo kang.. aku yo ra ndue wkwkw..
Nha itu yg kumaksud juga kang... tujuannya sih emank perlu diapresiasi cuma penyampaiannya yg terlalu berlebihan yg malahan bikin orang2 penasaran..
@ genial : Entah
@ TUKANG CoLoNG: Hem... andai bisa kaya gitu mungkin lebih baik Bli... lagipula gak semudah itu juga kan menghapus Pornografi... dan harusnya bukan pembatasan tapi fasilitasnya yg perlu benar katamu..
@ Multibrand : Aku setuju.... HP2 China pun klo emank usernya niat mau buka Konten Porno juga bisa koQ... Justru BB kebanyakan hanya dipake Untuk BBM dan Social networking kan
@ Asis Sugianto : Aku juga gka punya KOQ hhe..
@ Warna Tulisan : itu yg aku maksud... semua tergantung Usernya....
@ Kapuk Online : Hahaa..... tunjukkin ke DEPKOMINFO Sob..
@ Herdoni Wahyono : hem.. aku setuju.... lebih baik kita tunggu aja deh kelanjutannya...
saya sepakat jika memang tujuannya untuk mencegah pornografi, tapi dampak yang timbul ternyata berbeda, yang dulunya nggak tahu sekarang malah tau kalau ternyata bisa buka situs porno di BB he.he..
keponakan tahu dari mana kalau bukan dari berita yang lagi santer?
@ narti : Hem.. kayanya emank dari berita tuh Mbak..
@ Tomo : Nggeh Suwun.. ndak apa2 koQ ...
dan saya mendukung pemberantasan pornografi