Thursday, August 16, 2018

Footer Credit


Sek-sek... iki wes podo ngerti kan ya footer credit ki opo?

Lha yo wis lah kang, sing letake paling bawah dewe kan? sing enek tulisane design by, created by, dll itu?

Nah, itu maksudku...

Secara sederhana footer credit bisa njenengan sekalian artikan sebagai signature/tanda tangan si pembuat theme/template. Dan biasanya sih, mereka bikin backlink juga di bagian ini, entah backlink yang mereka buat bersifat dofollow maupun nofollow.

Menariknya, makin kesini... ada semacam budaya baru dikalangan para pembuat theme/template, khususnya mereka yang menyediakan template yang sama dalam 2 versi, yakni free dan premium. 

Apa itu? bagian footer credit biasanya mereka enkrip menggunakan javascript obfuscator. Tujuannya? simple, supaya klo ada yang ngapus bagian ini, blog mereka langsung redirect ke situs sang pembuat theme/template dan pada akhirnya membuat mereka "terpaksa" mempertahankan footer credit yang sebetulnya gak "terlalu mereka suka".

Aku dewe yo jane gak mudheng sih, kenapa banyak banget blogger yang pada demen ngapusin bagian ini. Cuma karena mayoritas footer credit itu isinya backlink, jadi alasan paling masuk akal kenapa banyak orang yang gak suka sama keberadaan footer credit ini, menurutku ya karena mereka gak rela ngasih backlink keluar, sekalipun itu untuk pembuat theme/template yang theme/templatenya mereka pake. 

Yo nggak salah juga sih klo menurutku. Toh tiap orang bebas punya pandangan masing-masing kan? disisi pembuat, mereka bebas mau ngenkrip footer credit atau nggak, dan disisi pengguna pun mestinya mereka juga bebas sih untuk milih, mau ngapus footer credit dari theme/template yang mereka pake atau tetap mempertahankannya. 

Jane yang bikin ruwet ki gur siji. Tau nggak apaan? "money oriented"

Lha iya toh, coba aja pikir... misal backlink itu gak ada harganya... kira-kira orang bakal kepikiran nggak buat ngapus footer credit? mestinya sih enggak. Dan misal backlink itu gak ada harganya... kira-kira para creator bakal kepikiran gak buat capek-capek ngenkrip baris kode yang sebetulnya gak ada hubungannya banget sama masalah secure nggaknya theme/template yang mereka buat? mestinya juga enggak. 

Masalahe, buat mereka yang profesi utamanya adalah internet marketers, backlink punya sisi berharga yang cukup mereka pedulikan. Karena salah satu indikasi yang sering digunakan untuk menilai metriks sebuah situs sayangnya adalah backlink. So, kalo kedua pihak disini, baik sang creator maupun sang user sama-sama berprofesi sebagai intermet marketers, monggo njenengan pikir masing-masing mana yang bener dan mana yang salah? yo nggak ada haha... 

Soale disisi user pun mereka ngapus footer credit jane bukan karena mereka gak menghargai karya sang pembuat, tapi lebih karena mereka gak pengen terlalu banyak backlink keluar (terutama klo mereka make theme/template ini untuk money site). 

Begitu pula disisi creator, klo menurut saya pribadi sih ya... jane creator theme/template itu bukan butuh pengakuan atau "penghargaan dalam bentuk footer credit". Karena tanpa mereka ngasih footer credit pun, jane masing-masing punya ciri khas dewe kan tiap kali bikin theme/template? dan kayanya ini gak bisa ditiru deh haha... coba aja view source code-nya. Cara mereka namain class dan nulis kodingannya aja udh beda kok sama orang lain. Cuma karena lewat footer credit mereka bisa promosi gratis + nambah authority dari contextual backlink yang juga gratis. So, sebisa mungkin mereka akan mempertahankan bagian ini dari proses editing, terutama kalo yang mereka bagiin adalah versi free-nya. 

So, untuk urusan baik atau nggaknya ngapus footer credit, sepenuhnya saya kembalikan kepada pandangan njenengan masing-masing. 

...

Kalo saya pribadi sih, jujur aja lebih suka untuk tetep mempertahankannya.
Soale bagian yang satu itu, biasanya saya anggap sebagai "brand" atau "merk" dari "template" atau "baju" yang dikenakan oleh blog saya. :)


Wednesday, August 15, 2018

Distractions


Dan 15 menit pun berlalu dalam keheningan... #GUBRAK

Tenan lho, nek tak inget-inget... awal-awal ngeblog dulu, nulis 3 postingan sehari aja, rasa-rasane baru dikit banget yang tak publish... banyak yang gak sempet ketulis malahan, saking banyaknya yang mau ditulis. Nek sak iki? boro-boro nulis 3 postingan sehari, wong iso update 6 bulan sekali ae wes syukur banget hahaha...

Padahal nek dibilang sibuk banget yo ora sih...
Wong di blog sebelah yo jek sempet mosting iklan kok #Glunthang
Dibilang kehabisan ide yo ora juga sih jane
Wong tiap lari pagi jg mesti ketemu yang aneh-aneh, lucu-lucu sama cakep-cakep kok buat diceritain

Cuma herane, tiap mau buka dashboard ki enek ae rintangane ...
Yang notifikasi video baru dari channel yang tak subscribe di YouTube nongol lah
Yang episode baru Condor, Reverie, ama Captain Tsubasa keluar lah
Yang series baru based on Stephen King's Novel premier lah pilotnya
Dan masih banyak lagi...

Intinya, terlalu banyak "distractions" yang ngalihin perhatian saya dari aktivitas yang paling menyenangkan ini sih...

And, really... i don't know how to start again?
Dan gimana cara mempertahankan "habit" yang dulu begitu kuat ini

Yang jelas, sebagai pembuka postingan ini udah terlalu serius sih untuk blogger serabutan kaya saya hahaha... jadi, timbange makin serius mending kita minum air putih dulu.....

Cheeeeerrrrsssss (glek... glek.... glek... glek...)

~ See you on next post ~


Tuesday, May 1, 2018

Politik Yang Mengerikan!


Honestly, i really don't care about politic. (podo e kang, aku yo ra paham blas njenengan ngomong opo #GUBRAK)

Kalo boleh dipersingkat,
Saya bahkan gak gitu perduli sama siapa yang bakal menang?
Siapa yang bakal kalah?
Siapa yang bakal memerintah?
Dan siapa yang bakal jadi oposisi?

Kar'na siapapun yang bakal menang nanti, dari latar belakang apapun dia, saya percaya dia orang terbaik yang Tuhan pilihkan untuk bangsa ini. (tumben kata-katamu bener kang #Plak)

Dan untuk masalah siapa orangnya? mari sama-sama kita tunggu hasil dan putusan pemilu tahun depan :)

...

But, sayangnya... itu pemikiran yang dianggap terlalu sederhana oleh kebanyakan orang.

Karena mayoritas orang, entah mengapa terlihat jauh lebih antusias untuk tetap mempertahankan atau bahkan memperjuangkan "pilihan politiknya" dengan tetap berjibaku satu sama lain di ranah media sosial.

And ya, it's a politic.

Yang tadinya berkawan bisa berlawanan
Dan yang sepanjang waktu berlawanan bisa jadi kawan dalam waktu yang relatif singkat

Tergantung dari perspektif mana mereka mengukur dan mengkalkukasi untung dan ruginya bagi diri  dan kelompok mereka masing-masing. Karena setiap individu yang mengikut sertakan diri mereka secara sadar dalam kegiatan berpolitik, termasuk membela kepentingan sebuah kelompok politik tertentu, sekalipun hanya melalui tulisan dan atribut mereka, i know kalau merekapun sebetulnya punya kepentingan didalamnya, sekalipun hanya dalam skala yang cukup kecil.

And ya, it's no problem, bahkan dilindungi oleh konstitusi kita selama nggak ada kelompok masyarakat tertentu yang merasa "dimanfatkan", "dirugikan" apalagi "diintimidasi". 

But sayangnya, yang membuat politik menjadi kurang sehat dan cenderung menakutkan, nggak cuma di Indonesia, adalah ketika dengan sadar ada kelompok politik tertentu yang justru hendak memaksakan kehendaknya pada kelompok politik lainnya dan bahkan tidak segan-segan untuk mengintimidasi kelompok lain yang berbeda pandangan politik dengan mereka, berbekal pembenaran diri yang telah mereka siapkan sebelumnya, hingga maksud dan tujuan mereka tercapai tepat seperti apa yang mereka kehendaki. 

Dan hal inilah yang sebetulnya berbahaya, khususnya di negara berpaham demokrasi seperti Indonesia. Karena disinilah sebetulnya kemajemukan dilindungi oleh undang-undang, dan hak untuk berbeda pilihan dilindungi oleh konstitusi.

...  

Ah sudahlah...

Mungkin mereka hanya "sedang lupa" kalau sebetulnya mereka sama-sama diciptakan "dengan amat sangat baik" untuk saling mengasihi oleh "Pencipta yang sama". 

Pencipta yang kalau boleh saya garis bawahi, merupakan Pencipta dikenal dan disembah dengan cara yang beragam dinegri yang amat majemuk ini. 

Sebuah postingan yang saya tulis untuk diri saya sendiri. 
Bukan untuk anda apalagi mereka, bahkan bukan untuk dikomentari.

Visit the Site
DJ Site - Since 2009 Until Now

Creative Commons License
Blog Content by Ferdinand is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Based on a work at https://dj-site.blogspot.co.id/.

Themes by blogcrowds. Design With ❤ for Blogger Serabutan