Friday, January 27, 2012

Fastboot Mode Start???

Buzz this!

Ada yang tau kenapa postingan kali ini saya kasih judul "Fastboot Mode Start"???

Untuk anda yang mungkin memiliki Gadget Android dan pernah berniat untuk meng-upgadenya, melakukan Custom ROM atau apapun namanya itu dari OS anda yang sebelumnya, entah itu Froyo atau apapun menjadi Cyanogenmod 7.2 atau versi lain, resiko yang akan anda hadapi jika proses Recovery dari Terminal Emulatornya gagal adalah begitu proses Flashing ingin anda lakukan dari "Recovery Mode", Gadget anda akan mendadak "stay" di tampilan Fastboot Mode Start.

Dan bisa saya pastikan apapun tombol yang akan anda pencet, gak akan memberikan pengaruh apapun, karena Gadget anda tetap akan stay dengan tampilan hitam bertuliskan Fastboot Mode Start hahaha...

Dan kejadian itu yang kebetulan saya alami saat ini *lol

Nha lho? Berarti HP-mu lagi mati donk kang sekarang? Yupz, tepat, sampe saya nulis postingan ini, Gadget saya kebetulan masih dalam keadaan "mati sehat" yang klo pun saya coba nyalain, cuma akan muncul tampilan hitam dengan tulisan Fastboot Mode Start.

Tau apa artinya? simplenya sih, proses Upgrade yang saya lakukan gagal hahaha... tapi bukan berarti tuh gadget rusak lho ya, soalnya pake "Fastboot" juga bisa dibalikin ke tampilan normal lagi sih, biarpun belum saya lakukan karena koneksi saya lagi bener-bener parah untuk Download-download file yang spacenya diatas 20 MB, lagian nomor yang saya pake di gadget itu juga gak banyak yang tau ini jadi ya santai-santai aja wkwkwk... :)

Intinya sih saya cuma mau bilang, klo apapun yang anda lakukan diluar kebijakan vendor resmi (setelan Default pabrikan), pasti akan tetap beresiko sekecil apapun itu, tapi ya jangan kelewat takut juga sih menurut saya, soalnya gak seru juga klo anda punya Gadget bagus-bagus tapi cuma dipake buat fitur yang standart-standart aja, apalagi klo itu gadget yang OS-nya Open Source kaya Android haha.... lha wong klo ampe gagal bisa di balikin lagi ini hahaha... Iya gak? :)

Yo wes, dari pada mumet-mumet mikirin Fastboot Mode Start, mendingan kita bersulang.... Cheerrrrrsss.... (Glek...glek...glek...)...

Buat Sahabat DJ Site Semua Happy Blogging 'n Have a Nice Day... :D

#FastbootModeStart #Android #Gagal


Saturday, January 14, 2012

Threaded Commenting, Fitur Baru Pada Sistem Komentar Blogger (Blogspot) Yang Memungkinkan Anda Membuat Reply Komentar Seperti Wordpress

Buzz this!

Brrr!!! heran, tiap singgah di Bandung kok cuaca gak pernah bersahabat, opo yo gak ada jadwal panas, cerah atau berawan tah disini? *plak - seketika orang-orang Bandung langsung pada ngantri buat ng'gampar pipi gw

Hem... *dengan nada menyesal tau disini bakal dinginnya kaya gini mah gak bakalan saya mau disuruh ngecek kerjaan kesini :) apalagi Gaphe lagi ada di Jakarta, mending juga saya telanjang bareng, sambil berendem air panas ama dia hahaha... yo wes lah gak usah disesali, seenggaknya hari ini saya bisa ketemu sama temen-temen sekolah saya dulu *lol oh ya, saya lagi ama Nita yang dulu sering saya ceritain lho hahaha... sayang orangnya gak mau saya ajak foto bareng, kata dia sih takut saya-nya gak keliatan klo foto pas malem-malem mendung kaya gini *maksud lo Nit? sialan lu, sebenernya klo lu tau kulit gw tuh lebih putih dari pada kulit lu yang oriental itu, cuma yang jadi masalah, belum ada aja krim pemutih yang bisa bikin kulit asli gw waktu masih bayi dulu kembali lagi :D

Okeh, ditengah cuaca hujan deres yang juga sedikit nyebab'in koneksi paket internet saya mendadak kembali ke zaman TelkomNet Instant *lebay mode on malem ini saya mau ngasih kabar gembira untuk anda semua, yang selama ini masih dengan sangat setia menggunakan platform Blogger atau Blogspot sebagai Platform blog kesayangan anda :)

Tau apa kabar gembiranya? kabar gembiranya adalah terhitung 2 hari lalu, Blogger Indonesia sudah dapat menikmati fitur baru Blogger yang bertajuk "threaded commenting" alias sistem komentar yang disertai dengan Reply. So, jangan pernah lagi anda membanding-bandingkan sistem komentar Blogger dengan sistem komentar Wordpress, karena hari ini dengan bangga akan saya umumkan klo sistem komentar Blogger menurut saya jauh lebih baik dari pada sistem komentar Wordpress. Kenapa saya yang juga adalah pengguna Wordpress malah bilang klo sistem komentar Blogger jauh lebih baik? karena untuk bisa menikmati sistem komentar "threaded commenting" ini anda gak harus nginstall plugin apapun :) bahkan tanpa mengubah settingan apapun, anda dapat langsung menikmati sistem komentar "threaded commenting" ini.

Dan untuk anda yang mungkin pernah merasa menuliskan artikel tentang cara membuat "threaded commenting" yang klo saya gak salah mulai ramai digunakan oleh Blogger Indonesia sekitar bulan oktober atau november tahun lalu, menurut saya alangkah lebih bijak jika anda menambahkan dalam postingan tersebut bahwa tutorial "threaded commenting" itu adalah murni dibuat oleh Google, dan bukan milik anda. Kenapa? karena setelah saya tanya langsung di forum bantuan Google, ternyata sistem komentar ini memang sudah dibuat dari tahun lalu dan bahkan sudah dapat dinikmati secara terbatas oleh beberapa Blogger di beberapa negara. So, wajar klo akhirnya ada blogger yang udah duluan nikmatin fitur ini yang justru ngambil script default "threaded commenting" ini dan dibuatkan tutorial yang justru diakui sebagai tutorialnya :) Dan untuk perbandingan, diakhir postingan nanti akan saya lampirkan script default sistem komentar "threaded commenting" ini yang gak akan pernah bisa anda hapus dari template anda :)

But, sebelum masuk ke masalah script, saya ingin lebih dulu menceritakan kejadian awal yang akhirnya membuat saya menyadari keberadaan fitur baru ini. Karena diluar dugaan saya, ternyata kemaren ada salah satu sahabat blogger yang lumayan perhatian sama blog ini dan nanya via E-mail kesaya tentang, kenapa tiba-tiba template blog ini berubah? dan kenapa tiba-tiba bentuk komentar di blog ini jadi lumayan agak aneh untuk diliat *lol

Okeh saya jawab:

Kejadiannya bermula, ketika kamis pagi lalu, saya Isek ngecek sebuah postingan blog ini dan justru mendapati sebuah perubahan aneh yang sempat saya abadikan dalam Screenshoot berikut:

Klo gak keliatan silahkan di perbesar dengan mengklik gambar diatas. Udah keliatan? Okeh, klo udah tolong jangan perhatikan komentar SPAM yang mengatasnamakan payudara, karena yang mau saya bahas kali ini emank bukan tentang itu, melainkan tentang perubahan frontal pada sistem komentar blog ini, yang juga ikut menyebabkan beberapa hal terjadi, seperti warna komentar di blog ini yang berubah menjadi biru, hilangnya form komentar klasik yang sengaja saya tambahkan, serta hilangnya sistem reply yang saya buat secara manual.

Dan jujur aja, waktu ngeliat hal ini kamis pagi lalu, saya justru mikir klo lagi ada orang yang pengen macem-macem sama akun blog ini, itu kenapa hal pertama yang saya lakukan justru LogIn ke akun Gmail saya dan ngecek IP mana aja yang sempet LogIn ke akun email saya selama seminggu terakhir. Biarpun ujung-ujungnya, saya memang hanya mendapati daftar semua IP yang pernah saya gunakan untuk LogIn, dan emank gak ada IP lain yang berhasil masuk ke akun saya.

Dan mulai dari situ, akhirnya saya langsung ngirim sebuah pertanyaan ke forum bantuan Google yang isinya menanyakan kejadian tersebut, beserta penyebab serta cara mengembalikannya. Yang akhirnya dijawab sendiri oleh salah satu karyawan Google yang isinya kira-kira memberitahukan bahwa apa yang saya alami bukanlah sebuah masalah yang timbul karena apa yang saya lakukan sebelumnya, melainkan justru karena secara default pihak Blogger memang sedang mulai memperkenalkan fitur "threaded commenting" nya yang masih dalam tahap pengenalan terbatas yang baru bisa dinikmati oleh beberapa blog, dan dia justru ngucapin selamat karena saya termasuk yang bisa nikmatin fitur itu secara otomatis.

Dan denger jawaban itu seketika saya langsung ngerasa lega, bahkan lebih lega dari pada perasaan yang saya alamin ketika selesai pups *hayah Dan tanpa banyak nanya lagi, saya langsung ngakhirin pertanyaan saya itu dengan kata Thank you so much :)

Dan karena jujur aja saya masih lumayan penasaran sama script yang di inject pihak Blogger atau Blogspot ke dalam template blog ini, akhirnya saya coba cari keberadaan Script "threaded commenting" tersebut dan berhasil menemukannya dengan sempurnya, dan berikut script default dari sistem komentar "threaded commenting" ini:

CSS-nya:

<b:includable id='threaded_comment_css'>
<style>
.comments {clear: both;
margin-top: 10px;
margin-bottom: 0px;
line-height: 1em;

}
.comments .comments-content {
font-size: 14px;
margin-bottom: 16px;
}

.comments .comment .comment-actions a {
padding-top: 5px;
padding-right: 5px;
}

.comments .comment .comment-actions a:hover {
text-decoration: underline;
}
.comments .comments-content .comment-thread ol {
list-style-type: none;
padding: 0;
text-align: left;
}
.comments .comments-content .inline-thread {
padding: 0.5em 1em;
}
.comments .comments-content .comment-thread {
margin: 8px 0px;
}
.comments .comments-content .comment-thread:empty {
display: none;
}
.comments .comments-content .comment-replies {
margin-top: 1em;
margin-left: 36px;
}
.comments .comments-content .comment {
margin-bottom:16px;
padding-bottom:8px;
}
.comments .comments-content .comment:first-child {
padding-top:16px;
}
.comments .comments-content .comment:last-child {
border-bottom:0;
padding-bottom:0;
}
.comments .comments-content .comment-body {
position:relative;
}
.comments .comments-content .user {
font-style:normal;
font-weight:bold;
}

.comments .comments-content .datetime {
margin-left:6px;
}
.comments .comments-content .comment-header,
.comments .comments-content .comment-content {
margin:0 0 0px;
}
.comments .comments-content .comment-content {
text-align:justify;
}
.comments .comments-content .owner-actions {
position:absolute;
right:0;
top:0;
}
.comments .comments-replybox {
border: none;
height: 250px;
width: 100%;
}
.comments .comment-replybox-single {
margin-top: 5px;
margin-left: 48px;
}
.comments .comment-replybox-thread {
margin-top: 5px;
}
.comments .comments-content .loadmore a {
display: block;
padding: 10px 16px;
text-align: center;
}
.comments .thread-toggle {
cursor: pointer;
display: inline-block;
}
.comments .continue {
cursor: pointer;
}
.comments .continue a {
display: block;
padding: 0.5em;
font-weight: bold;
}
.comments .comments-content .loadmore {
cursor: pointer;
max-height: 3em;
margin-top: 3em;
}
.comments .comments-content .loadmore.loaded {
max-height: 0px;
opacity: 0;
overflow: hidden;
}
.comments .thread-chrome.thread-collapsed {
display: none;
}
.comments .thread-toggle {
display: inline-block;
}
.comments .thread-toggle .thread-arrow {
display: inline-block;
height: 6px;
width: 7px;
overflow: visible;
margin: 0.3em;
padding-right: 4px;
}
.comments .thread-expanded .thread-arrow {
background: url(....) no-repeat scroll 0 0 transparent;
}
.comments .thread-collapsed .thread-arrow {
background: url(....) no-repeat scroll 0 0 transparent;
}

.comments .avatar-image-container {
float: left;
width: 36px;
max-height: 36px;
overflow: hidden;
}
.comments .avatar-image-container img {
width: 36px;

}
.comments .comment-block {
margin-left: 48px;
position: relative;
}

/* Responsive styles. */
@media screen and (max-device-width: 480px) {
.comments .comments-content .comment-replies {
margin-left: 0;
}
}
</style>
</b:includable>

Javascriptnya:

<b:includable id='threaded_comment_js' var='post'>
<script defer='defer' expr:src='data:post.commentSrc' type='text/javascript'/>

<script type='text/javascript'>
(function() {
var items = <data:post.commentJso/>;
var msgs = <data:post.commentMsgs/>;
var postId = &#39;<data:post.id/>&#39;;
var feed = &#39;<data:post.commentFeed/>&#39;;
var authorName = &#39;<data:post.author/>&#39;;
var authorUrl = &#39;<data:post.authorUrl/>&#39;;
var blogId = &#39;<data:top.id/>&#39;;
var baseUri = &#39;<data:post.commentBase/>&#39;;

// <![CDATA[
feed += '?alt=json&v=2&orderby=published&reverse=false&max-results=50';
var cursor = null;
if (items && items.length > 0) {
cursor = parseInt(items[items.length - 1].timestamp) + 1;
}

var bodyFromEntry = function(entry) {
if (entry.gd$extendedProperty) {
for (var k in entry.gd$extendedProperty) {
if (entry.gd$extendedProperty[k].name == 'blogger.contentRemoved') {
return '<span class="deleted-comment">' + entry.content.$t + '</span>';
}
}
}
return entry.content.$t;
}

var parse = function(data) {
cursor = null;
var comments = [];
if (data && data.feed && data.feed.entry) {
for (var i = 0, entry; entry = data.feed.entry[i]; i++) {
var comment = {};
// comment ID, parsed out of the original id format
var id = /blog-(\d+).post-(\d+)/.exec(entry.id.$t);
comment.id = id ? id[2] : null;
comment.body = bodyFromEntry(entry);
comment.timestamp = Date.parse(entry.published.$t) + '';
if (entry.author && entry.author.constructor === Array) {
var auth = entry.author[0];
if (auth) {
comment.author = {
name: (auth.name ? auth.name.$t : undefined),
profileUrl: (auth.uri ? auth.uri.$t : undefined),
avatarUrl: (auth.gd$image ? auth.gd$image.src : undefined)
};
}
}
if (entry.link) {
if (entry.link[2]) {
comment.link = comment.permalink = entry.link[2].href;
}
if (entry.link[3]) {
var pid = /.*comments\/default\/(\d+)\?.*/.exec(entry.link[3].href);
if (pid && pid[1]) {
comment.parentId = pid[1];
}
}
}
comment.deleteclass = 'item-control blog-admin';
if (entry.gd$extendedProperty) {
for (var k in entry.gd$extendedProperty) {
console.log(entry.gd$extendedProperty[k].name + ' - ' + entry.gd$extendedProperty[k].value);
if (entry.gd$extendedProperty[k].name == 'blogger.itemClass') {
comment.deleteclass += ' ' + entry.gd$extendedProperty[k].value;
}
}
}
comments.push(comment);
}
}
return comments;
};

var paginator = function(callback) {
if (hasMore()) {
var url = feed;
if (cursor) {
url += '&published-min=' + new Date(cursor).toISOString();
}
window.bloggercomments = function(data) {
var parsed = parse(data);
cursor = parsed.length < 50 ? null
: parseInt(parsed[parsed.length - 1].timestamp) + 1
callback(parsed);
window.bloggercomments = null;
}
url += '&callback=bloggercomments';
var script = document.createElement('script');
script.type = 'text/javascript';
script.src = url;
document.getElementsByTagName('head')[0].appendChild(script);
}
};
var hasMore = function() {
return !!cursor;
};
var getMeta = function(key, comment) {
if ('iswriter' == key) {
var matches = !!comment.author
&& comment.author.name == authorName
&& comment.author.profileUrl == authorUrl;
return matches ? 'true' : '';
} else if ('deletelink' == key) {
return baseUri + '/delete-comment.g?blogID=' + blogId + '&postID=' + comment.id;
} else if ('deleteclass' == key) {
return comment.deleteclass;
}
return '';
};

var replybox = null;
var replyUrlParts = null;
var replyParent = undefined;

var onReply = function(commentId, domId) {
if (replybox == null) {
// lazily cache replybox, and adjust to suit this style:
replybox = document.getElementById('comment-editor');
if (replybox != null) {
replybox.height = '250px';
replybox.style.display = 'block';
replyUrlParts = replybox.src.split('#');
}
}
if (replybox && (commentId !== replyParent)) {
document.getElementById(domId).insertBefore(replybox, null);
replybox.src = replyUrlParts[0]
+ (commentId ? '&parentID=' + commentId : '')
+ '#' + replyUrlParts[1];
replyParent = commentId;
}
};

var tok = 'comment-form_';
var hash = window.location.hash || '';
var startThread = hash.indexOf(tok) == 1 ? hash.substring(tok.length + 1) : undefined;

// Configure commenting API:
var configJso = {
'maxDepth': 2
};
var provider = {
'id': postId,
'data': items,
'loadNext': paginator,
'hasMore': hasMore,
'getMeta': getMeta,
'onReply': onReply,
'rendered': true,
'initReplyThread': startThread,
'config': configJso,
'messages': msgs
};

var render = function() {
if (window.goog && window.goog.comments) {
var holder = document.getElementById('comment-holder');
window.goog.comments.render(holder, provider);
}
};

// render now, or queue to render when library loads:
if (window.goog && window.goog.comments) {
render();
} else {
window.goog = window.goog || {};
window.goog.comments = window.goog.comments || {};
window.goog.comments.loadQueue = window.goog.comments.loadQueue || [];
window.goog.comments.loadQueue.push(render);
}
})();
// ]]>
</script>
</b:includable>

Dan untuk bagian isi dari class dan variabel comment sendiri, bisa saya pastikan gak ada perubahan apapun :) yang klo anda perhatiin baik-baik sebenernya semua script diataslah yang anda pake klo anda ngikutin tutorial "threaded commenting" manual akhir tahun lalu itu, cuma penamaannya aja yang sedikit beda karena di tutorial-tutorial itu anda diminta mngganti semua CSS komentar anda, plus penambahan sedikit unsur CSS3 di beberapa tutorial yang saya liat ngajarin pembuatan "threaded commenting" ini. Selebihnya, bahkan dalam hal algoritma Javascriptnya menurut saya versi default dari Blogger justru jauh lebih baik :)

So, pesen saya dari pada susah-susah ngikutin tutorial "threaded commenting" yang segala nyuruh anda ngeganti CSS, nambahin JS serta ngeganti Class dan id komentar anda, mending anda biarin aja blog anda kaya biasanya, soalnya menurut jawaban pihak Google, fitur ini akan secara otomatis terpasang jika anda mengaktifkan fitur komentar untuk blog anda. Dan untuk ngerubah settingannya, anda bisa menuju Settings, pilih Other, terus tinggal pilih "Full" dari menu dropdown yang ada di field "Allow Blog Feed", untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar dibawah ini:


Dan untuk ngatur bentuknya, anda tinggal masuk ke menu Settings, pilih Posts and Comments, terus pilih "Embedded" dari menu dropdown yang ada di field "Comment Location", untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar dibawah ini:


Yupz, just pengaturan bentuk kotak koment yang bisa anda lakukan, karena anda emank gak harus nambahin script apapun :) dan gak akan pernah bisa ngapus script tersebut dari template blog anda, karena saya udah coba ngapus puluhan kali di beberapa PC berbeda dan hasilnya tetep gak bisa, tapi kabar baiknya anda masih di izinkan ngedit CSS-nya :) So, manfaatkan fitur baru ini sebaik mungkin...

Dan terakhir, sebelum pamit kaya biasa saya mau ngajak anda bersulang dulu.... Cheeerrrsss.... (Glek...glek...glek...).... Hah nikmatnya nenggek segelas cokelat panas di cuaca bersalju kaya gini *lebay hahaha

Buat Sahabat DJ Site Semua, Happy Blogging 'n Have a Nice Day :)

#Reply #ThreadedCommenting #Blogger #FiturBaru

Credit: Forum Bantuan Google dan Blogger Buzz

Wednesday, January 11, 2012

Akankah Facebook Benar-benar Membuat FaceSense Untuk Menandingi Google AdSense?

Buzz this!

Agak ngawur mungkin, klo saya katakan dalam waktu dekat bahkan dalam tahun-tahun ini, Facebook mungkin saja memiliki rencana untuk menjadi Rival abadi Google dengan membuat sebuah jaringan iklan web sendiri alias "A web ad network" untuk menandingi "Google AdSense".

Apalagi seperti yang sama-sama kita ketahui, sejak diperkenalkan 10 tahun lalu sampai saat ini, Google AdSense bahkan sudah memiliki ratusan juta bahkan miliaran Publisher dan Advertiser yang masih sangat menggantungkan bisnis dan pekerjaan mereka pada Jaringan iklan terbesar di dunia ini.

Gak percaya? coba anda liat portal-portal Online lokal, entah itu portal berita, komunitas atau portal apapun yang saat ini ramai menjadi salah satu menu wajib yang setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menit dikunjungi oleh para netter Indonesia.

Klo sempet, coba anda perhatikan dengan detail semua sudut dan bagian dari Web Portal tersebut, mulai dari bagian header paling atas sampe bagian footer paling bawah. Dan klo udah, sekarang saya mau nanya ke anda semua, adakah diantara portal-portal Online lokal yang baru aja anda perhatikan barusan yang tidak memasang iklan apapun? saya yakin hampir 90% diantara anda akan menjawab tidak ada, karena nyatanya hampir semua portal online lokal suka gak suka, terpaksa atau nggak, pasti akan menyediakan space kosong di website mereka untuk menjadi ruang iklan yang entah disadari atau pun nggak, iklan-iklan itulah yang ternyata telah menjadi sumber donasi utama bagi pengoperasian portal mereka.

Dan diantara sekian banyak portal Online yang menjamur di Indonesia, bisa saya pastikan lebih dari setengahnya pasti memasang Google AdSense disalah satu ruang di website mereka. Entah mereka terdaftar sebagai publisher biasa ataupun publisher premium.

Kenapa saya bisa bilang gitu? karena gak ada jaringan iklan web lain yang bisa membuat anda menghasilkan puluhan bahkan ratusan dollar dalam sehari selain Google AdSense.

Dan suka gak suka, alasan "Earnings" itulah yang akhirnya membuat banyak Blogger Indonesia menggunakan cara apapun untuk mendapatkan akun Google AdSense, mencoba mendapatkan beberapa Dollar dalam sehari dari akun yang mereka miliki, dan mencoba mempertahankan akun tersebut hingga mereka benar-benar secara nyata merasakan PO (payout) dari akun mereka sendiri.

Bahkan berapa puluh kali pun di Banned, saya yakin hanya sekitar 5% dari keseluruhan publisher Indonesia yang akan benar-benar memutuskan untuk pensiun dari Google AdSense.

Kenapa saya bilang gitu? karena saya sendiri juga adalah Publisher Google AdSense, yang hingga kini Alhamdulillah pernah memiliki 13 Akun, yang 11 akun diantaranya udah Di Banned dalam rentang waktu antara 2010-2011 dan 2 akun sisa yang masih saya istirahatkan untuk beberapa bulan kedepan :) Dan jujur aja, setiap kali nerima E-mail Banned dari Google AdSense, bukannya "Galau" dan putus asa, saya justru makin tertarik untuk daftar lagi, jadi publisher lagi dan nyari celah lain yang bisa saya manfaatkan untuk tetap menghasilkan "Earnings" dari akun tersebut, sekalipun secara sadar saya akui bahwa saya sudah memiliki pekerjaan utama sebagai "Graphic Designer" dan andaipun saya masih setia memasang iklan Google AdSense, gak lain cuma karena faktor penasaran, yang klo pun sampe PO (payout) mungkin akan saya anggap sebagai bonus dari setiap tulisan yang pernah saya publish :)

Intinya saya cuma mau bilang kepada anda bahwa melalui Google AdSense-nya, Google memang sudah memiliki fondasi yang cukup kokoh untuk tetap bertahan dalam ranah jaringan iklan web dunia, bahkan sekalipun banyak bermunculan jaringan iklan web lain yang membuntut dibelakangnya.

Bahkan seperti yang sama-sama kita tau, bukannya merasa terancam dengan jaringan iklan web saingannya, dalam perjalanannya, Google justru mengakuisisi Doubleclick dan AdMob untuk bergabung kedalam jaringan iklan mereka. So, bukan pekerjaan mudah memang untuk menyaingin Google dalam ranah Jaringan Iklan Web.

But, disisi lain jangan lupakan facebook yang dalam postingan ini menjadi inti pembicaraan kita, kenapa? karena dalam ranah Social Networking, facebook masih mengambil tempat dihati banyak orang diseluruh dunia, bahkan jauh melebihi perhatian yang diberikan banyak orang kepada Google+ :) *sekalipun saya justru lebih menyukai Google+ hhe...

Dan klo aja facebook mau mengumumkan dirinya sebagai perusahaan publik dan mulai berpikir untuk mengeluarkan jaringan iklan pihak ketiga sendiri, layaknya Google AdSense. Bukan mustahil klo suatu saat nanti, facebook bahkan bisa mengimbangi Google AdSense di ranah jaringan iklan web, ambil contoh jika kita akan menamakan jaringan iklan mereka dengan nama FaceSense. Tapi lagi-lagi, itu cuma pendapat ngawur saya yang tentu beda jauh sama anggapan banyak pengamat dan pemerhati sosial media yang justru berpendapat klo gimana pun caranya Facebook harus tetap menjadi perusahaan yang tetap menjaga privasinya dan penggunanya.

Biarpun lagi-lagi, dengan pemikiran "simple" aja, harusnya kita udah bisa nebak alur bisnis yang akan diambil Facebook. Apalagi, secara resmi facebook juga sudah mengumumkan pemasangan iklan di Websitenya tersebut beberapa waktu lalu, biarpun memang program iklan mereka masih terbatas hanya pada Advertiser dan bukan untuk publisher layaknya Google AdSense. Tapi dari situ aja, kita udah bisa ngeliat klo tujuan akhir mereka pasti lebih besar dari itu. Apalagi, akhir-akhir ini saya sering ngeliat iklan Google AdSense yang isinya ternyata justru mempromosikan program iklan Facebook :) So, sampai disini kita masih bisa berandai klo suatu saat nanti mungkin saja Facebook akan berencana membuat jaringan iklan web mereka sendiri, yang masih dalam andai-andai, kita namakan dengan FaceSense.

Biarpun dalam sebuah wawancara yang saya tonton secara streaming Mark Zuckerberg, Carolyn Everson, Bret Taylor, dan Sheryl Sandberg justru mengatakan bahwa "saat ini, mereka sama sekali tidak tertarik untuk meluncurkan jaringan iklan web sendiri sebagai pihak ketiga". But, itu pernyataan mereka saat ini, bukan 1 hari, 1 bulan, atau 1 tahun mendatang :)

Dan pendapat ngawur saya justru bilang, klo dalam waktu dekat facebook pasti akan menjadi perusahaan publik yang mau gak mau, gak akan pernah bisa dipaksa untuk tetap menjaga keprivasian penggunanya. Dan untuk menjadi sebuah perusahaan publik mereka pasti butuh banyak dana yang salah satu "options"-nya bisa mereka dapatkan dari bisnis multi milyar dollar yang saat ini masih dikuasai oleh Google AdSense. Cuma balik lagi, itu semua tergantung sama keputusan akhir mereka hhe...

Dan andai mereka berani "Gambling" dan ngambil resiko untuk membuat jaringan iklan web pihak ketiga mereka sendiri seperti Google AdSense, saya yakin gak butuh waktu lama untuk mereka benar-benar menjadi perusahaan publik. Kenapa? karena hari ini, hampir semua Website sudah memanfaatkan facebook dan semua tools-tools yang dikeluarkannya untuk website mereka, ambil contoh tombol like dan recomend, tombol share, tombol connect, bahkan plugin kotak komentar Facebook yang bisa kita temui di berbagai website :) So, sadar atau nggak Facebook emank udah punya citra bagus dimata para owner website dan blog. Dan tinggal bagaimana akhirnya mereka memanfaatkan moment yang mereka punya itu sebaik yang mereka bisa :)

Karena kabar baiknya, para founder Google AdSense ternyata banyak yang kini memilih untuk bergabung bersama dengan Facebook, dan diantaranya ada Sheryl Sandberg, David Fischer dan terakhir ada nama Bapak AdSense dunia "Gokul Rajaram"

So, pertanyaan terakhir yang bisa saya ajukan adalah, beranikah Facebook mencoba membuat jaringan iklan web mereka sendiri? :) ambil contoh dengan mengistilahkannya sebagai FaceSense :D

But, it's just my predictions and opinion...

#Facebook #FaceSense #GoogleAdSense

Visit the Site
Welcome To dj-site.blogspot.com This Template Is Changed By DJ Site blogger template by DJ Site.