Thursday, October 9, 2014

Lho... Mau Beli Pulsa Listrik, Kok Malah Suruh Bayar Utang?


Sebelum-sebelumnya sih klo pulsa listrik abis, biasanya orang tua saya beli pulsa ke konter pulsa atau minimarket deket rumah *kan udah banyak tuh yang jual, kalo nggak kadang kakak saya yang beliin pulsa via internet banking. 

Cuma pas kebetulan, 2 minggu lalu itu saldo pulsa di konter dan minimarket deket rumah lagi pada abis semua kata ibu saya, jadi akhirnya bapak saya terpaksa beli pulsa listrik ke PLN. Dan itu kali pertama orang tua saya beli pulsa listrik ke PLN, sejak ganti meteran dari listrik konvensional (pasca bayar) ke listrik pulsa (pra bayar). Soalnya jarak PLN emang agak jauh dari rumah, jadi kalo nggak penting-penting banget mah males kesana-sana.

Nah, berbekal bukti pembelian pulsa listrik sebelumnya yang biasanya tertera ID pelanggan, nomer meteran ato apa lah itu namanya saya nggak ngerti, akhirnya bapak saya beli pulsa di salah satu cabang PLN Tangerang. Singkat cerita, sampe diloket pembayaran listrik, bapak saya langsung nyerahin bukti pembelian listrik yang sebelumnya itu ke penjaga loketnya, untuk diliat ID atau nomer apanya lah itu saya nggak ngerti biar pulsa bisa langsung diproses.

Dan disini masalahnya, karena bukannya pulsa listriknya diproses, bapak saya justru disuruh bayar utang alias tunggakan yang nggak jelas asal usulnya dari mana, yang jumlahnya sekitar 230 ribu-an. Bapak saya sih udah sempet nolak untuk bayar, bukan perkara uangnya lho ya, cuma dari jaman masih pake listrik pasca bayarpun keluarga saya emang selalu bayar tepat waktu dan nggak pernah nunggak, dan dipikir bapak saya sih mungkin orang loketnya yang salah ngentri ID atau nomer yang sesuai meteran rumah saya kali, jadi bapak saya minta detailnya ke mereka, yang itupun nggak dikasih sama mereka. Aneh kan?

Dan sementara bapak saya minta nomer token untuk pulsa listrik, orang loketnya tetep ngotot nggak bisa ngelayanin pembelian pulsa sebelum tunggakannya dibayar, karena menurut dia data udah disubmit ke komputer mereka, dan mau nggak mau bapak saya mesti bayar tunggakannya. Nah, disini bapak saya udah sempet marah-marah katanya, karena nggak ada rincian asal usul tunggakan itu dari mana, cuma karena males bikin masalah akhirnya bapak saya ngalah dengan ngebayar sejumlah uang yang menurut mereka adalah tunggakan listrik rumah saya, dan akhirnya bapak saya nggak jadi beli pulsa disitu karena udah terlanjur kesel duluan.

Dan saya yang denger cerita itu sorenya *karena saya baru sampe rumah agak sorean, mau nggak mau, jadi ikut mikir juga, itu tunggakan dari mana? 

Lha orang dari jaman dulu nggak pernah nunggak kok, malah pas ganti meteran ke listrik pulsa (pra bayar) orang PLN sendiri yang bilang kalo pemasangan dan penggantian meteran sepenuhnya gratis dan nggak dipungut biaya sama sekali. 

Dan saya masih inget banget penggantian meterannya cuma selang 2 hari setelah ibu saya ngebayar listrik bulanan, dan waktu itu seinget saya rumah saya juga belum dipasangin AC, jadi make listrik ya cuma sebatas untuk mesin air, lampu, tv, kulkas, rice cooker, komputer ya cuma gitu-gitu aja, dan itupun petugas PLNnya sendiri yang bilang didepan saya klo pemakaian selama 2 hari itu nggak perlu dibayar. Dan andaipun itu yang dianggap tunggakan, kayanya nggak sampe 200 ribu juga lah pemakaian 2 hari itu, wong jaman itu sebulan ibu saya biasa bayar 250-300 ribu doang kok. 

Lha terus itu tunggakan dari mana yang disuruh bayar? haha... mbuh wes, yang pasti orang tua saya dah kapok katanya beli pulsa ke PLN....
   

Tuesday, September 30, 2014

ASUS ZenFone Smartphone Android Terbaik


Ngomongin tentang smartphone, nggak bisa dipungkirin kalo dalam beberapa tahun belakangan ini trend penggunaan smartphone, khususnya dinegara-negara berkembang kaya Indonesia, mulai jauh meningkat menggantikan keberadaan feature phone.

Emang sih, kalo dari segi kuantitas, feature phone masih jauh mendominasi pasar ponsel tanah air untuk saat ini. Cuma kalo ngeliat pertumbuhan smartphone yang cukup dinamis, bukan nggak mungkin kalo beberapa tahun lagi giliran smartphone yang mendominasi pasar ponsel tanah air hehe...

Dan percaya atau nggak, menurut beberapa survey, Indonesia bahkan menjadi pasar gadget terbesar dan paling potensial di Asia Tenggara.

Wuihhhh emang berapa banyak kang jumlah pengguna smartphone di Indonesia?

Jumlah pastinya sih saya juga kurang tau hehe, cuma pertengahan tahun lalu Yahoo! dan Mindshare sempet merilis data survey mereka, dan menurut mereka ada sekitar 41,3 juta orang pengguna smartphone di Indonesia. Wuihh banyak ya? padahal itu baru survey pertengahan tahun lalu lho (Oktober 2013 tepatnya), jadi klo mau disurvey lagi ya mungkin angkanya udah diatas 41,3 juta orang sekarang hehe... so, nggak salah klo banyak vendor gadget baik itu besar, kecil, asing maupun lokal yang mencoba peruntungan mereka dipasar gadget tanah air.

Lantas apa alasan utama mereka hingga akhirnya memutuskan untuk membeli smartphone?

Menurut survei yang dilakukan JD Powers kepada para responden yang seluruhnya adalah para pengguna baru (maksudnya, yang sebelumnya belum pernah make smartphone), fitur menjadi alasan utama mereka beralih ke smartphone. Mungkin penjelasan gampangnya gini, sebelum kehadiran smartphone kan kita make ponsel cuma sebatas untuk nelpon atau sms tuh. Bener nggak? tapi coba bandingin sama sekarang,

Mau foto-foto atau ngerekam video? tinggal pake smartphone,
Mau baca buku? tinggal pake smartphone,
Mau dengerin musik atau radio? tinggal pake smartphone,
Mau nonton video? tinggal pake smartphone,
Mau main games? tinggal pake smartphone,
Mau internetan? tinggal pake smartphone,
Butuh sistem navigasi? tinggal pake smartphone,
Mau buka dokumen kerja? tinggal pake smartphone,
Mau nyimpen catetan, jadwal bahkan agenda kerja? tinggal pake smartphone,
Dan masih banyak hal lain yang bisa anda lakukan berkat kehadiran smartphone.

So, nggak heran kalo smartphone akhirnya mulai diidentikkan dengan gaya hidup masyarakat perkotaan (kaum urban) yang aktivitasnya serba mobile.

Dan ngomongin tentang smartphone, untuk saat ini ada 4 platform mobile yang bisa dibilang berhasil mencuri perhatian para pengguna gadget diseluruh dunia. Mereka adalah iOS, Android, BlackBerry, dan Windows Phone. Dan diantara keempat platform itu, sejauh ini Android masih memimpin biarpun saya nggak tau pasti berapa besar presentasenya hehe... dan kalo ditanya apa faktor utama yang membuat banyak orang lebih memilih android? mungkin faktor open source masih jadi jawaban paling logis, dan itu terbukti dari tingginya minat para developer ngembangin aplikasi atau game besutan mereka diplatform robot ijo ini, bahkan bukan hanya aplikasi & game, karena klo anda mau iseng mampir ke forum XDA developer anda bakal nemuin banyak banget developer yang ngembangin kustomisasi rom untuk beragam type ponsel android.

Dan diantara sekian banyak banyak vendor gadget yang mengusung android sebagai platformnya, ASUS menjadi salah satu vendor yang berhasil menarik perhatian masyarakat dengan kehadiran keluarga besar ASUS ZenFone-nya. Malah banyak portal berita online yang ngeberitain kalo hanya dalam waktu 2 minggu dari tanggal perilisan perdananya, ASUS ZenFone udah ludes terjual. Kebayang dong seberapa besar antusiasme masyarakat menyambut kehadiran ASUS ZenFone hehe...

Nah ngeliat antusiasme masyarakat yang begitu meriah, nggak salah klo akhirnya muncul satu pertanyaan, emangnya apa aja sih kelebihan yang dimiliki keluarga ASUS ZenFone ini? Mari kita bahas beberapa kelebihan ASUS ZenFone.

1. Stylish

"Premium, Ultra Tipis, Ultra Ringan"

ZenFone  di desain dengan detil yang sempurna. Dengan ketipisan 5.5 mm, ZenFone  memiliki desain melengkung yang  ergonomis di bagian  tengah sehingga anda akan lebih nyaman untuk menggenggamnya, dan khusus untuk ZenFone 5 beratnya hanya 145 gram. Wuihh, enteng amat kang!

ASUS ZenFone juga hadir  dengan  warna-warni cerah yang warna casing belakangnya bisa anda ubah sesuka hati anda.

2. Powerful

"Ponsel pintar semakin pintar dengan Intel Inside®"

Anda butuh ponsel yang mampu berpikir dan bereaksi secepat yang anda lakukan? Smartphone dengan prosesor canggih Intel® memungkinkan anda melakukan browsing web dengan cepat, aplikasi yang super responsif, dan multi-tasking yang lancar sehingga anda bisa menikmati hal-hal yang anda sukai dengan sangat mudah.

3. Corning® Gorilla® Glass 3

"Pelindung Terbaik untuk Anti Gores Super dengan Lapisan Anti Sidik Jari"

Semua tipe ZenFone telah dilengkapi dengan anti gores  terbaru Corning® Gorilla® Glass 3 yang memiliki NDR (Native Damage  Resistant) hingga  3x lebih baik dari Gorilla Glass 2 dan sudah tentu jauh lebih baik dari kaca film anti gores kebanyakan yang ada di pasaran. Menariknya, anda bahkan tidak membutuhkan screen protector lagi untuk layar ZenFone anda.

Selain itu, lapisan coating (anti sidik jari) yang ada  pada ZenFone tidak hanya dapat berfungsi untuk mencegah menempelnya sidik jari pada layar, tetapi lapisan ini juga memberikan sentuhan yang  sangat halus pada layar anda sehingga anda dapat dengan mudah dan leluasa untuk menggerakkan jari anda di atas layar ZenFone.

4. Ultra Sensitive Touch Panel

"Tetap dapat mengetik dengan nyaman walau menggunakan Sarung Tangan"

ASUS ZenFone memiliki panel layar sentuh ultra-sensitif yang dapat mendeteksi perubahan listrik atau bahkan magnet kecil. Oleh karena itu, walaupun anda menggunakan sarung tangan, berkat  fitur GloveTouch, Jari  anda tetap dapat merasakan perubahan listrik/magnetik yang memungkinkan anda untuk tetap dapat mengetik dengan nyaman.

5. 60ms Touch Response Time

"Respon waktu sentuh tercepat 60 milidetik"

ASUS ZenFone memiliki respon waktu sentuh tercepat yaitu hanya 60 milidetik, sementara kebanyakan smartphone Android lain memiliki lebih dari 80 atau bahkan lebih dari 100 milidetik waktu respon. So, untuk para gamer sejati silahkan ucapkan selamat tinggal sama ponsel yang sering nge-lag dan bikin anda kesel sendiri waktu main game hehe... Karena dengan ZenFone anda nggak akan lagi ngerasain lag pada saat anda nge-game, nyentuh icon ataupun membuka aplikasi di layar anda.

6. ASUS SonicMaster & Dual Microphone

"Nikmati Audio memukau dan panggilan telepon dengan suara sejernih kristal"

Dual Microphone mampu mengurangi kebisingan sekitar dan mengurangi gema sehingga suara dapat terdengar dengan jelas. ASUS SonicMaster juga memberikan kualitas suara terbaik pada ZenFone dengan berbagai keunggulan, seperti: Powerful Volume, Wider Range, True-to-life Surround, Crystal Clear Sound, Deeper & Richer Bass, serta Distinct Vocals.

7. Great Video
 

"Full HD 1080p Video Recording @30fps dengan Auto Image Stabilization"

Dengan ZenFone, anda bisa ngerekam setiap momen berharga dalam resolusi Full HD 1080p (1920x1080) pada 30 frame per detik. Wuihhh! kebayang dong kaya apa kulitas video yang bisa anda rekam, 720p aja udah segitu bagusnya gimana 1080p. Cuma tunggu dulu, nggak sampe disitu aja, ASUS ZenFone juga mendukung Steady Shot yang mampu memberikan fungsi stabilisasi gambar secara otomatis dan mengurangi goyangan. Misalnya gini, pernah ngerekam video sambil berjalan? pernah lah ya? terus gimana hasilnya klo menurut anda? pasti agak goyang-goyang dikit kan, nah dengan dukungan Steady Shot ini, Anda bisa menghasilkan video yang halus dan stabil, meskipun merekam sambil berjalan.

8. True Beauty

"Keindahan Layar HD IPS 1280x720 dengan 178 derajat Wide View Angle"

ASUS ZenFone memiliki layar IPS dengan teknologi ASUS TruVivid yang memungkinkan anda melihat layar dari 178 derajat berbeda dengan kejelasan warna yang sama. Dan untuk anda yang hobby baca ebook atau sering liat-liat foto, Layar 5 Inci pada ZenFone 5 memiliki kerapatan piksel yang sangat tinggi hingga 294 Piksel Per Inci sehingga anda dapat melihat teks atau foto dengan sangat jelas dan tajam. Selain itu, ASUS ZenFone juga dilengkapi dengan teknologi layar sentuh Direct Bonding, yang mengurangi jarak antara layar sentuh dan panel LCD hingga nol, sehingga memberikan kejelasan warna, saturasi dan kecerahan layar LCD terbaik.

9. ASUS Splendid Technology




"Atur Warna di Layar sesuai dengan keinginan Anda"

Teknologi ASUS Splendid memungkinkan anda untuk menyesuaikan suhu warna dan saturasi warna layar ZenFone sesuai dengan preferensi anda sendiri. So, anda bisa ngedapetin tingkat kecerahan warna layar terbaik untuk mata anda! Untuk lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar diatas

10. PixelMaster Camera



"Kamera Terbaik dengan Segudang Fitur Menarik"

ASUS ZenFone dilengkapi dengan kamera hingga 13MP dengan BSI Sensor, Aperture Besar f/2.0 dan Lensa 5-elemen yang memberikan kualitas foto yang tajam, jelas, detail dan berkualitas. Dan yang nggak kalah menarik, keluarga ZenFone juga dilengkapi dengan Image Signal Processor (ISP) sekelas kamera digital dan teknologi burst sehingga memungkinkan pengambilan 15 gambar tanpa jeda hanya dalam 1 detik. Wuihhh... cocok tuh buat cadangan para jurnalis yang limit shutter countnya DSLR-nya hampir habis hihi...

Teknologi PixelMaster yang diusung ASUS mengkombinasikan teknologi Penggabungan Piksel dan Algoritma Optimasi Gambar dimana hal itu mampu meningkatkan sensivitas terhadap cahaya dan mengurangi noise atau gangguan. Dan hasilnya tentu foto menjadi lebih terang dan berkualitas tinggi. Dan ASUS mengaplikasikan teknologi canggihnya itu ke dalam 18 Special Camera Modes yang dimilikinya, seperti: Selfie Mode, HDR, Beautification, Depth of Field, Smart Remove, Panorama, Low Light Mode, Time Rewind, Miniature, All Smiles dan beragam efek foto lainnya yang hanya dapat Anda temukan di dalam ZenFone. Kita bahas beberapa deh ya special camera modesnya:

Low Light Mode (Ambil Foto & Video dalam gelap hingga 400% lebih terang)

Rahasia optimisasi dan stabilisasi gambar pada teknologi PixelMaster meningkatkan sensitivitas cahaya hingga 400% dan kontras hingga 200%, sehingga dapat menghasilkan gambar dan video yang tetap terang dan jelas walau dalam kondisi gelap dan tanpa lampu flash sekalipun. 



Time Rewind (Putar balik waktu untuk dapatkan momen foto terbaik)

Mode  Time Rewind  mampu mengambil foto 2 detik sebelum dan 1 detik sesudah menekan tombol kamera. So, anda bisa memilih foto terbaik dari 31 foto yang terambil. Jadi nggak akan ada momen yang terlewatkan.


Smart Remove (Hilangkan objek foto yang tidak Anda inginkan)

Setelah pengambilan 5 foto, mode ini mampu mendeteksi dan menghilangkan objek yang tidak diinginkan. Lebih jelasnya silahkan perhatikan gambar dibawah ini



GIF Animation (Membuat animasi gambar bergerak dengan mudah)

Mode ini paling pas digunakan untuk mengambil objek yang bergerak. Animasi GIF dapat mengambil foto sampai dengan 30 foto sekaligus dan mengulang GIF tersebut sehingga terbentuk animasi. Dan yang nggak kalah penting, anda bisa mengatur durasi dan kecepatan pengulangan animasi sesuai keinginan anda.



Depth of Field (Ambil foto seperti menggunakan kamera DSLR profesional)

Dengan mode ini, anda serasa menggunakan kamera professional dengan Aperture yang besar, ASUS ZenFone  mampu memberikan efek Depth of Field  yang membuat objek dekat  terlihat sangat jelas dan latar belakang menjadi buram.


Beautification (Tampil lebih cantik dan menarik di foto Anda)

Mode  ini dapat membuat wajah anda menjadi  lebih ramping,  pipi menjadi merah,  mata menjadi  tajam, dan kulit menjadi  halus  dalam  sekali foto. Dan perubahannya dapat Anda lihat secara Real Time!

SKIN SOFTENING - Memperhalus tampilan di wajah
EYE ENLARGEMENT - Memperbesar mata
BLUSH - Menambahkan warna di sektiar pipi untuk wajah lebih merona
SLENDER FACE - Membuat wajah Anda lebih ramping


Selfie (Siapa bilang selfie harus selalu menggunakan kamera depan?)

Foto diri sendiri tidak selalu harus menggunakan kamera depan. Mode Selfie pada ZenFone mampu mendeteksi jumlah wajah yang diinginkan dan otomatis mengambil foto dengan kamera utama. 


HDR (Ambil foto dengan warna yang lebih alami)

Mode ini akan mengambil 3 foto dengan tingkat cahaya normal, normal -1 hingga -3 dan normal +1 hingga +3 untuk kemudian diolah menjadi foto dengan tingkat pencahayaan terbaik dan senatural mungkin. Dengan mode ini, anda tetap dapat mengambil foto dari suatu obyek yang membelakangi sinar  matahari dengan jelas, bukan hanya gambar gelap.


All Smile (Dapatkan ekspresi terbaik di foto Anda)

Dalam foto grup, mode ini dapat menghasilkan 5 foto dengan ekspresi terbaik dan anda dapat memilih  ekspresi yang  terbaik dari setiap orang sehingga setiap orang terlihat sempurna di setiap foto.


Pencil Effect (Ubah foto Anda menjadi sebuah sketsa gambar profesional)

Anda bisa mengambil foto dalam efek pencil secara real time sehingga foto yang anda ambil terkesan digambar oleh pelukis profesional.


Miniature Mode (Jadikan dunia sebuah miniatur!)

Mode Miniature yang dimiliki ZenFone  akan mengambil foto dan  menjadikannya terlihat  seperti sebuah miniatur  model. Dan untuk hasil terbaik, anda bisa mengambil foto landscape dari jarak yang  jauh.


Party Link (Berbagi foto dengan teman tidak pernah semudah ini)

Mode in mampu menghubungkan beberapa perangkat terdekat dalam grup untuk berbagi foto yang diambil bersamaan. Yang perlu anda lakukan hanya mengaktifkan mode Party Link, buat grup dan ajak teman/keluarga anda untuk bergabung. Anda dapat segera berbagi foto yang anda ambil, dan  anda juga dapat melihat foto yang teman anda ambil. Hebatnya, anda bahkan tidak memerlukan koneksi internet, ZenFone dengan pintar menghubungkan diri dengan ZenFone lain melalui koneksi Wi-Fi yang dimilikinya.



So, nggak salah rasanya kalo saya menyematkan gelar "Smartphone Android terbaik" untuk keluarga besar ASUS ZenFone ini.

ZenFone sendiri hadir dalam pilihan layar berukuran 4 sampai 6 inci dengan berbagai pilihan warna. Dan untuk anda yang udah nggak sabar pengen tau seberapa gahar spesifikasi dari masing-masing variannya dan berapa sih kira-kira harganya? yuk lah kita bahasa satu persatu.

ASUS ZenFone 4 (A400CG)



Smartphone dengan layar 4 inci ini hadir dengan harga paling ekonomis. Emang harganya berapaan kang? ASUS ZenFone 4 hanya dibanderol seharga *Rp 1.199.000,- (*harga resmi ASUS), murah kan? hehe... dan jangan salah, biarpun dibanderol dengan harga yang cukup murah, bukan berarti ASUS mengesampingkan faktor kualitas. Misal, kalo kebanyakan smartphone Android murah dari vendor lain hanya berani menggunakan prosesor MTK atau Qualcomm seri lama plus hanya membekali smartphone mereka dengan RAM 512MB. ASUS justru hadir membawa nuansa baru, dengan memberikan alternatif prosesor dual-core dari Intel yang dikombinasikan dengan RAM sebesar ponsel mid-end, yakni 1GB. Dan jangan heran kalo di cpu-z Processor ZenFone 4 terbaca 4 core, karena Intel Atom Z2520 (1,2 Ghz) memakai teknologi HyperThreading sehinga processor yang secara hardware hanya dualcore akan terbaca 4 Core. Bahkan untuk urusan GPU, menurut saya ASUS termasuk berani untuk membekali ZenFone 4 dengan PowerVR SGX544MP2 (termasuk high class kalo menurut saya), nggak heran kalo hasil benchmarknya agak fantastis untuk kelas smartphone 1 jutaan. Dan untuk internalnya sendiri kalo saya nggak salah ada 2 varian, varian pertama mengusung internal 4GB dan varian kedua mengusung internal 8GB *tolong dikoreksi klo salah. Sistem operasi yang diusung ZenFone 4 sendiri secara default adalah Android v4.3 Jelly Bean, cuma jangan kuatir beberapa hari lalu ASUS baru aja ngeluarin upgrade os ke android v4.4.2 Kitkat untuk ZenFone 4.

Untuk urusan kamera gimana kang? Jangan takut, ASUS ZenFone 4 dibekali kamera 5 MP (2592 x 1944 pixels, autofokus) dan sedikitnya 3 fitur PixelMaster bisa anda temui di ZenFone 4, yaitu Depth of Field Mode, Selfie Mode, dan Time Rewind *kemungkinan sih lebih dari 3 fitur, cuma yang pernah saya test di HP temen saya cuma 3 fitur itu hehe...

Oiya, untuk anda yang punya 2 nomer, anda nggak perlu repot nenteng 2 HP, soalnya ZenFone 4 udah dual sim, tepatnya microSIM yang mendukung jaringan 3G/HSDPA. Dan untuk slot microSDnya sendiri up to 64GB, yang pasti temen saya make microSD 32GB class 10 lancar-lancar aja di HP ini, jadi untuk yang hobby nyimpen file lagu berformat m4a atau flac kaya saya nggak perlu takut keabisan space, mau dimasukkin video rippingan yo monggo hehe...

Dan yang paling istimewa ASUS juga memberikan lapis pelindung Corning Gorilla Glass 3 di Zenfone 4. Padahal, setau saya seri Gorilla Glass 3 biasanya cuma dipake sama handset kelas premium. Terus untuk optimalisasi audio ASUS juga menyematkan Teknologi ASUS SonicMaster. Nggak cukup sampe disitu, ZenFone 4 pun ternyata support USB OTG, biarpun didisable di firmware v4.3.6. Dan kabar gembira untuk para developer, karena dengan baik hati ASUS ngasih kernel source filenya *cari sendiri lah ya hehe.

Dan untuk ZenFone 4, ASUS menyediakan 5 pilihan warna, yaitu: Charcoal Black, Pearl White, Cherry Red, Sky Blue dan Solar Yellow.

Terus kekurangannya apa nih kang? Hmmm... apa ya? hampir nggak ada sih sebenernya dimata saya, cuma beberapa temen ada yang ngeluh karena nggak dapet headset dalam paket pembelian, tapi beli sendiri juga paling cuma 50 ribu kok. Terus kapasitas baterenya katanya cuma 1200 mAh, cuma jangan takut, dalam paket penjualannya ASUS ngasih bonus 1 batere cadangan kok, jadi klo ditotal kapasitas baterenya ya sekitar 2400 mAh. Dan terakhir kamera belakangnya tanpa flash, cuma nggak masalah lah ya hehe...

Mungkin itu sedikit review saya untuk ASUS ZenFone 4, smartphone murah dengan kualitas yang pastinya nggak murahan.

ZenFone 5 (A500CG)



Smartphone dengan layar 5 inci ini dibanderol dengan harga *Rp 2.299.000,- (*harga resmi ASUS). Saya denger-denger sih ZenFone 5 punya 3 varian, dan perbedaan paling mencolok diantara ketiga varian itu terletak pada processor, RAM dan ROMnya. Cuma untuk saat ini kita nggak akan ngebahas 3 varian itu satu persatu, karena yang akan saya review kali ini hanya varian ZenFone 5(A500CG). Dan varian ini yang setau saya beredar di Indonesia.

Untuk urusan processor, ASUS membenamkan processor Dual-core 1.6 GHz di ZenFone 5, tepatnya chipset Intel Atom Z2560 yang juga menggunakan teknologi Quad-Thread Hyper Threading. Dan itu artinya, 2 inti di prosesor Atom ini mirip seperti 4 inti di prosesor smartphone sekelas lainnya. Jadi, jangan heran kalo hasil pengujian perangkat yang menggunakan prosesor jenis ini nggak kalah dan bahkan dalam beberapa kasus jauh lebih baik dibanding perangkat lain yang punya prosesor 4 inti. Untuk GPU-nya, ASUS membekali ZenFone 5 dengan PowerVR SGX544MP2. Nggak ada bedanya dong kang sama ZenFone 4? Beda di clock speednya, ZenFone 4 kan Clock Speed GPU-nya cuma 300MHz, sedangkan ZenFone 5 Clock Speed GPU-nya 400MHz. Terus sistem operasinya Android versi berapa nih kang? oiya, saya hampir lupa, sama kaya adeknya, ZenFone 5 pun menggunakan sistem operasi android versi v4.3 (Jelly Bean), yang dijanjikan segera mendapatkan upgrade ke versi v4.4.2 (KitKat). Di ZenFone 5, ASUS menyediakan internal yang cukup besar yaitu 8 GB, dengan dukungan microSD hingga 64GB, serta ditunjang dengan RAM sebesar 1GB.

Yang menarik, ASUS menawarkan dual sim standby (microSIM tepatnya), yang keduanya mendukung jaringan 3G dan HSDPA. Dan untuk urusan kamera, ASUS membekali perangkat ZenFone 5 dengan kamera utama 8MP with aperture F2.0, fitur autofokus dan lampu flash led, juga didukung teknologi BSI (back-illuminated sensor), digital image stabilization, digital zoom dan geo-tagging. Ada PixelMasternya juga kan kang? Ada dong, sedikitnya ada 13 mode yang bisa anda temui di ZenFone 5, mulai dari Auto, Time Rewind, HDR, Panorama, Night, Low Light, Selfie, Miniature, Depth of Field, Beautification hingga GIF Animation. Dan nggak sampe disitu, ASUS juga menambahkan front kamera 2MP, cocok untuk anda yang suka video call.

Dan di ZenFone 5 pun ASUS memberikan lapisan pelindung Corning Gorilla Glass 3, jadi suka-suka deh mau pake screen guard apa nggak. Selain itu, layar ASUS Zenfone juga mendukung fitur Glove Mode. Yang jika diaktifkan, layar tersebut akan menjadi sensitif bahkan ketika anda mengetik menggunakan sarung tangan.

Untuk urusan Audio, ASUS membenamkan teknologi SonicMaster, yang pastinya akan memberikan pengalaman yang jauh lebih baik saat anda mendengarkan musik atau menonton film, bahkan ada beberapa orang yang bilang klo audio hasil video recordingnya terbilang cukup bagus dengan noise yang sangat kecil. Cuma saya kurang tau nih, teknologi SonicMaster cuma bisa anda rasain pake speaker bawaannya atau bisa juga anda rasain menggunakan earphone/headset.

ASUS sendiri mendesain Zenfone 5 dengan model semi unibody. Artinya, anda masih bisa melepas atau membuka casing bagian belakang smartphone ini untuk keperluan memasang SIM Card dan microSD. Tapi baterainya nggak bisa anda lepas sendiri, atau hanya bisa dilepas oleh pusat perbaikan resmi ASUS kalo-kalo anda pengen ganti baterai. Lha terus kalo HPnya ngehang gimana kang? Kalo emang bener-bener ngehang dan harus anda matiin secara paksa, coba tekan dan tahan tombol power, nanti device akan restart secara otomatis. Dan untuk kapasitas baterai, ASUS membekali ZenFone 5 dengan kapastitas baterai yang cukup besar yaitu 2050 mAh, asumsi saya sih untuk penggunaan full mungkin kuat sekitar 8-10 jam. Tapi mungkin bisa kuat lebih lama kalo anda menggunakan fitur ASUS Power Saver untuk menghemat baterai.

Dan untuk ZenFone 5, ASUS menyediakan 5 pilihan warna, yaitu: Charcoal black, Pearl white, Champagne gold, Cherry red serta Twilight purple (limited Edition)

Terus kekurangannya kang? beberapa user, terutama mereka yang seneng nge-game, mengeluhkan perangkat mereka agak cepet panas ketika mereka menggunakannya untuk ngegame dalam waktu yang agak lama, tapi kayanya kalo untuk masalah itu nggak cuma terjadi di ZenFone 5 aja deh hehe... Oiya, anda juga nggak dapet headset dipaket penjualannya, jadi anda mesti beli sendiri :)

Kira-kira itu sedikit review saya untuk ZenFone 5, smartphone kelas menengah yang didukung dengan hardware yang canggih.

ZenFone 6 (A600CG)



Smartphone dengan layar 6 inci ini dibanderol dengan harga *Rp 2.999.000,- (*harga resmi ASUS). Ngeliat ukurannya yang cukup besar, mungkin lebih tepat kalo saya nyebut ZenFone 6 sebagai sebuah phablet. Cuma tenang aja, biarpun punya ukuran paling jumbo diantara saudara-saudaranya, bobot ZenFone 6 masih tergolong cukup ringan yaitu hanya 196 gram. Dan biarpun harganya cuma 3 jutaan, ZenFone 6 tampil layaknya ponsel kelas premium dengan detail yang sangat elegan. Di bagian bawah layar anda bisa melihat bezel logam yang memiliki pola melingkar dan berkilau metalik. Dan finishing doff mirip karet pada casing belakang, membuat smartphone ini tidak licin dalam genggaman.

ASUS sendiri membekali ZenFone 6 dengan processor Dual-core 2 GHz, tepatnya menggunakan chipset Intel Atom Z2580. GPU-nya sendiri menggunakan PowerVR SGX544MP2, yap sama kaya saudara-saudaranya, cuma beda di clock speednya aja, untuk ZenFone 6 sendiri clock speednya 533 MHz *mohon dikoreksi klo salah. Untuk masalah internal ASUS menyediakan 2 varian, yaitu varian dengan internal 8GB dan varian dengan internal 16GB, dengan dukungan microSD hingga 64GB. RAMnya sendiri terbilang paling besar diantara saudara-saudaranya yaitu, 2GB. Dan untuk urusan sistem operasi, sama kaya saudara-saudaranya, ZenFone 6 pun menggunakan android OS, v4.3 (Jelly Bean) dan dijanjikan akan segera mendapatkan upgrade ke v4.4.2 (KitKat)

Dan di ZenFone 6 pun ASUS memberikan lapisan pelindung Corning Gorilla Glass 3. Layar ASUS Zenfone juga mendukung fitur Glove Touch Mode, dimana anda tetap dapat mengetik meskipun menggunakan sarung tangan. Untuk layarnya sendiri ASUS menggunakan Teknologi One Glass Solution dimana teknologi ini dapat menyatukan LCD penampil gambar dan panel sentuh yang menerima input sentuhan hingga 10 titik sentuh.

Nah untuk anda yang doyan moto atau ngerekam video, ASUS membekali ZenFone 6 dengan kamera utama 13 MP lengkap dengan autofocus dan LED flash, dengan fitur Geo-tagging, touch focus, face detection serta panorama. Dan nggak ketinggalan ada front camera 2 MP untuk anda yang doyan video call. Dan kaya yang saya bilang diawal tadi khusus di ZenFone 6 anda bisa ngerekam video Full HD 1080p @30fps dengan Auto Image Stabilization (hasil rekaman anda akan tetap halus dan stabil sekalipun direkam sambil berjalan). Dan tentunya, ASUS juga nggak ketinggalan menyematkan teknologi PixelMaster di ZenFone 6, ada 18 Special Camera Mode yang bisa anda jajal sendiri.

Oiya, untuk anda yang punya banyak nomer, di ZenFone 6 pun ASUS tetap menawarkan Dual Sim, Dual Standy dan Dual Carrier HSPA+.

Terus sensor apa aja kang yang support di ZenFone 6 ini? beberapa diantaranya adalah Direction Sensor, G-Sensor, Acceleration Sensor, Light Sensor, E-Compass, Proximity Sensor, Gyro Sensor, Linear Acceleration Sensor dan Rotation Vector Sensor. Khusus untuk USB OTG, silahkan update system ke versi 1.17, diversi itu udah support OTG.

Untuk kapasitas baterainya, cukup besar yaitu 3300 mAh. ZenFone 6 sendiri tersedia dalam pilihan warna Charcoal Black, Pearl White, Cherry Red, dan Champagne Gold colors. Dan teknologi SonicMaster ikut memberikan pengalaman suara paling mutakhir.

Dan sama halnya kaya ZenFone 5, ZenFone 6 pun didesain semi unibody, artinya baterai nggak bisa anda copot sendiri. anda cuma bisa ngebuka casing belakang untuk masukkin microSIM dan microSD. Jadi, kalo sampe ngehang dan terpaksa harus dimatiin sama kaya ZenFone 5 coba tekan dan tahan tombol power, sampai device restart secara otomatis.

Apalagi ya? pokoknya semua kelebihan yang udah saya sebutin diawal tadi bisa anda temui di ZenFone 6 lah hehe...

Terus terakhir nih kang, kekurangannya ZenFone 6 apaan? Saya inget, temen saya sempet bilang klo ada flickering di kamera, ZenFone 6 biarpun hanya terjadi di dalam ruangan dengan cahaya neon. Cuma menurut beberapa sumber yang saya baca sih flicker itu terjadi karena perbedaan frekuensi, jadi sebenernya klo anda make HP ini ditaiwan (negara asalnya) ya nggak akan terjadi flicker sama sekali, nah solusinya biar nggak flicker klo anda pake di Indonesia anda tinggal ngerubah setting refresh cameranya dari 60Hz ke 50Hz. Dan sama kaya saudara-saudaranya, ZenFone 6 pun nggak dilengkapi headset dalam paket penjualannya :)

Overall, untuk smartphone kelas premium ZenFone 6 layak jadi salah satu pilihan anda.

Gimana? pada tertarik sama ZenFone 4, ZenFone 5, ZenFone 6, apa semuanya nih? hahaha... tiga-tiganya sama-sama bagus dan "WORTH IT" kok buat anda beli, tapi ya saran saya tetep sesuain sama budget dan kebutuhan anda masing-masing :)

ASUS ZenUI – Brilliant User Interface



Ngeliat antarmuka ZenUI sekilas saya kaya ngeliat kombinasi dari MIUI, LenovoUI, BB10 UI di bagian lockscreen dan SenseUI di tampilan widget. Dan sebuah ide yang brilliant menurut saya untuk ngegabungin UI lain untuk memenuhi kenyamanan user. ASUS sendiri mengklaim bahwa ada lebih dari 1000  fitur yang membedakan interface ASUS dengan interface Android pada umumnya, dan setelah ngeliat UI-nya saya sih setuju sama klaim mereka hehe...

ASUS ZenUI sendiri dilengkapi dua fitur utama, yakni What’s Next dan Do It Later yang didesain khusus untuk mempermudah pengguna dalam pengaturan sejumlah besar informasi yang diterima setiap harinya, dan memungkinkan mereka melakukan berbagai hal dengan lebih produktif.

What's Next

Aplikasi What’s Next akan menunjukkan semua  informasi yang perlu anda tau sesuai dengan waktunya, misalnya ngasih tau jadwal meeting,  adanya miscall/email/ SMS baru, dan  acara ulang tahun temen. Anda juga dapat mengetahui aktivitas yang harus dilakukan untuk jam ataupun hari berikutnya. Selain itu, What's Next juga membantu mengingatkan apa aktivitas Anda selanjutnya. Jadi, untuk anda yang sering lupaan, dengan kehadiran What's Next nggak akan ada lagi jadwal yang kelewat hehe... Asiknya, fitur  What's Next juga  terintegrasi langsung dengan ZenUI sehingga anda  dapat melihat  seluruh  jadwal  kegiatan Anda  tidak  hanya  pada aplikasi What's Next, tapi juga pada Lock Screen dan Home Screen ZenFone Anda.

Do It Later                                           

Drop it and Do it Later!  Aplikasi ini membantu Anda untuk  kembali ke aktivitas  yang  tertunda hanya  dalam  1 kali klik. Misalnya, Anda sedang membaca artikel. Karena ada hal lain yang harus segera dikerjakan, Anda memasukkannya ke list “baca kemudian”. Cukup klik “baca sekarang” dan Anda langsung terhubung ke artikel tesebut. Tidak hanya terbatas pada bacaan, aplikasi ini memungkinkan Anda melanjutkan semua aktivitas  yang  tertunda mulai  dari membalas pesan hingga pada menelpon kembali  panggilan yang  terlewat oleh Anda.

Dan video berikut mungkin bisa lebih meyakinkan anda sebelum memilih salah satu tipe ZenFone yang pas digenggaman anda.



So, pilihan ada ditangan anda... monggo putuskan sendiri mana tipe ZenFone yang sesuai dengan kebutuhan anda...


Saturday, September 27, 2014

Selamat Ulang Tahun yang ke-16, Google!


Udah pada ngeliat animasinya Doodle Google hari ini belum? buat yang udah sempet ngeliat, pasti udah pada tau dong kalo tepat hari ini Google ngerayain ulang tahunnya yang ke-16. Cieee yang udah mau Sweet Seventeen hahaha...

Sedikit flash back, gagasan lahirnya Google sendiri, dimulai dari pemikiran dua mahasiswa Stanford University, California, Amerika Serikat yaitu Larry Page dan Sergey Brin. Nah dua mahasiswa itu kemudian menggandeng seorang pebisnis andal, bernama Eric Schmidt, yang kemudian bersama-sama membesarkan Google sebagai perusahaan yang berbasis pada teknologi, khususnya layanan jasa dan produk internet. 

Dan sampe saat ini, kayanya udah banyak banget produk Google yang selalu nemenin keseharian kita, mulai dari Google Search, Blogger, Gmail, YouTube, Google Drive, Google Maps, sampe OS mobile besutan Google yang saya yakin udah sangat familiar ditelinga anda, yap i mean Android.

Nah, kalo menurut history yang saya baca dari berbagai sumber sih, sebenernya Google resmi terdaftar sebagai sebuah perusahaan swasta pada tanggal 4 September 1998. Cuma, entah kenapa sejak tahun 2005, para penggagasnya akhirnya memilih tanggal 27 September sebagai hari jadi Google, mungkin menurut mereka tanggal 27 September lebih kece kali ya hehe...

Pokoknya selamat ulang tahun yang ke-16 lah buat Google, moga makin banyak layanan gratisan berguna lainnya yang bisa kita nikmatin besok-besok hehe...


Visit the Site
Welcome To dj-site.blogspot.com This Template Is Changed By DJ Site blogger template by DJ Site.